"Om dokter, cinta itu apa?" ~Aina. "Cinta itu ..." ~Alam. Pukul sudah menunjukkan angka delapan yang artinya jam pulang Hayu hampir tiba. Aina masih menunggu Alam di sofa depan sambil menatap rintik-rintik hujan melalui jendela. Rasanya dia tak sabar menunggu Alam untuk mengantarkan mereka pulang. "Nak, mungkin Om Dokter lagi sibuk sama pasiennya. Kita pulang saja dulu, ya naik taxi." Hayu membujuknya agar mau pulang. "Nanti, Bu. Om Dokter sudah berjanji akan menjemput Aina dan ibu malam ini," jawabnya tanpa melihat ke arah sang ibu. "Tapi Nak---." "Itu Om Dokter sudah tiba, Bu." Aina belari kecil menyambut kedatangan Alam menuju arah mereka. "Maafkan aku ya, Hayu. Tadi ada pasien yang cerewetnya minta ampun," keluhnya meminta maaf. "Tidak apa-apa. Asal kamu datang ke sini menjempu

