Deviana Renata (atau yang sering disapa dengan nama Nat) adalah seorang gadis introvert yang memiliki keanehan dalam dirinya. Keanehan atau kelainan yang terjadi dalam dirinya adalah setiap dia marah dan emosi semua yang ada di sekitarnya akan berterbangan seperti terjadi badai topan.
Iya, Dia memiliki kekuatan yang dia sendiri tidak tahu berasal darimana kekuatan tersebut. Dia dapat menggerakkan suatu benda berdasarkan dengan keinginannya atau pikirannya, hanya dengan menatap benda tersebut dan dapat mengetahui orang-orang yang suka ataupun yang benci padanya. Dia seperti memiliki indra keenam (sixsence) dan telekinesis (orang yang dapat menggerakkan suatu benda berdasarkan pikiran, seperti seorang pesulap).
Apalagi saat dia marah seperti terjadi badai topan di sekitarnya. Renata sendiri sering bingung kenapa hal itu bisa terjadi pada dirinya. Selain itu dia juga mengalami krisis kepercayaan diri.
Renata sering merasa kacau dan tidak percaya dengan kekuatan yang dimilikinya. Dia selalu merasa takut. Karena itu Renata tidak punya teman apalagi seorang sahabat.
Semua orang menganggapnya aneh, mereka membenci dan takut kepada Renata, karena keanehan yang ada dalam dirinya. Mereka selalu bilang kalau Nat itu seorang mutan atau makhluk alien yang datang dari luar angkasa yang nyasar ke bumi.
Ditambah lagi orang tuanya yang tidak pernah mempedulikan Renata kenapa dan apa yang terjadi serta yang di alami oleh Renata, membuat Renata semakin tidak percaya diri, down dan terpuruk.
Sampai-sampai suatu hari Nat pernah berniat untuk mengakhiri hidupnya. Karena dia merasa tidak berguna ada di bumi ini.
Tapi dia masih berpikir ulang untuk melakukan hal tersebut, seandainya kalau dia benar-benar mati tidak akan ada yang menangisinya dan merasa kehilangan akan kematian dirinya. Akhirnya Nat memutuskan untuk mengurungkan niatnya tersebut dan melanjutkan hidup dengan keadaan seperti itu.
Hingga suatu ketika Nat bertemu dengan seorang pria yang tampan dan begitu sempurna di matanya. Yang membantu dan berusaha membuat hidup Nat jauh lebih baik dari biasanya. Nama pria itu adalah Hesta Meiriansyah. Nat memanggil pria ini dengan panggilan bang Ian.
Pria ini selalu memberi semangat dan mengajarkan Nat banyak hal tentang hidup yang membuat hidup Nat kembali bersemangat dan bersyukur dalam menjalani hidup.
Karena kebersamaan yang mereka lalui setiap harinya membuat Nat jatuh hati pada pria yang telah menolong hidupnya itu dan yang telah merubah cara pikir Nat tentang kehidupan. Selama ini Nat selalu pesimis
dan tidak punya semangat dan tidak bersyukur dalam hidupnya. Dan kini dia jadi lebih bersyukur dengan kekuatan yang dimilikinya berkat dukungan Ian.
Sejak saat itu Nat tidak pernah merasa minder dan takut lagi dengan dirinya sendiri, dia sudah mulai berdamai dengan keadaannya dan menerima serta bersyukur apa yang ada pada dirinya termasuk dengan kekuatan yang dimilikinya. Dan dengan kekuatan yang dimilikinya, dia bisa menolong orang-orang disekitarnya tanpa ada yang merasa takut dan menganggap dirinya aneh lagi. Berkat bantuan Ian hidup Nat terasa lebih berarti dan lebih baik lagi. Ian banyak mengajarkan hal-hal baik pada Nat dan merubah pola pikir dan cara pandang Nat selama ini yang cenderung pesimis dan berpikiran negatif.
Kebersamaan yang mereka lalui setiap harinya membuat mereka saling jatuh cinta dan saling melengkapi satu sama lainnya. Kemana-mana mereka selalu berdua. Hari kian hari mereka semakin lengket saja, bagai perangko yang tidak terpisahkan. Dimana ada Ian disitu juga ada Nat begitu juga sebaliknya. Kecuali pada saat kerja.
Hingga akhirnya Ian memutuskan untuk melamar Nat pada orang tuanya. Agar mereka bisa bersama untuk selamanya.Dan menjaga Deviana Renata agar tidak kembali seperti dulu. Ian ingin Nat selalu ceria seperti sekarang dan untuk selamanya. Ian pun mengungkapkan keinginannya untuk melamar pada Renata. Renata pun menerima lamaran Ian dengan senang hati. Karena Nat juga menginginkan hal yang sama.
Tapi, sayang rencana dan kebersamaan mereka tidak berlangsung lama seperti yang mereka janjikan. Takdir berkata lain. Saat Ian pamit pada Nat untuk bertemu dengan keluarganya. Disaat itu juga dia berpamitan untuk selama-lamanya. Ian tidak pernah kembali lagi pada Nat. Ian pergi meninggalkan Renata untuk selama-lamanya karena ia di panggil Sang Pencipta. Semua rencana Renata dan Ian selama ini pun kandas sudah.
Dengan berat hati Nat harus melepaskan kepergian Ian dan merelakannya. Untuk kedua kalinya Nat merasa terpuruk dalam hidupnya. Baru sebentar saja Nat merasa menikmati hidup dengan bahagia. Secepat itu Tuhan mengambil orang yang disayang dan di kasihinya.
Dalam keadaan berduka Nat dihibur oleh bos ditempat dia kerja. Diam-diam bosnya menaruh simpati padanya dan berusaha menggantikan Ian dari hatinya. Tapi Nat tetap belum bisa melupakan Ian. Entah sampai kapan dia akan bisa melupakannya dan menerima cinta yang baru.