Bab | 10

657 Kata
Ale berdiri dan memukul 1x dadanya. "Haaeeeeeeyyyyy....lihatlah aku...aku ini lelaki...dimana jiwa pemberani ku? Bersembunyi ? Seperti bayi saja" Ale tidak terima dengan usul Ken. Ale duduk kembali dan kini memandangi Vicky. "Dan kau apa usulmu Vick" menatap ke Vicky. Vicky takut salah omong dengan sekuat tenaga akhirnya ia beranikan. "Ya kita datangi saja boss secara langsung" "Hmm.. begitu..." Dengan jari Ale mengetok meja. "Baiklah kalian boleh pergi." Dengan langsung kedua nya pergi meninggalkan ruangan itu. "Lihat lah ini Brendy ...aku akan membuktikan padamu..aku akan menebus semua kesalahanku ...aku janji..janjiku..." Tak sengaja Ale menjatuhkan setetes air bening dari matanya. _ Di ruang kantor Adra. Kata-kata ibunya tadi pagi sungguh berputar di otaknya ia secara langsung menyuruh Brendy membawa nya di hadapan nya untuk menikahkan dengan salah satu putra nya. Lalu apakah itu persaingan? "Kenapa penghalang cintaku adikku sendiri?" Tidak fokus dengan berkas yang ada di meja. Malam pukul 19:00 Dari kejauhan pria tampan sedang memperhatikan sosok gadis yang tengah menunggu seseorang sesekali gadis itu melihat handphone nya. Gadis itu adalah Brendy Miru dan lelaki itu tentu Ale Zandro. "Boss" panggil Kennedy. "Ssyyuutttt....diam" memberi kode dengan sebuah tangan. Drt..drt...drt.. ponsel Ale berbunyi. "Adra kau dimana? Aku sudah sampai" Brendy "Disini.." ucap lirih lelaki itu berjalan mendekati Brendy. Mata Brendy terbelalak perasaan takut itu seketika terbesit di otaknya ia melihat lelaki itu..lelaki b***t ...sungguh b******n ... Tubuhnya lemas bagai karet badannya bergetar hebat seperti setruman listrik Beratus Watt. "Kauuuuuu" tangannya menunjuk ke arah lelaki itu dengan sekuat tenaga namun terlihat lantang.. Kakinya mundur sampai ia tidak bisa mundur lagi karena ada dinding di belakangnya. "Tenanglah aku disini tidak akan menyakiti mu" menenangkan wanita itu yang terlihat histeris. "Jangan melangkah lagi" bentak Brendy. Ale tidak melangkah ia menurutinya ia bisa melihat betapa sakitnya ...betapa perasaan takut dan benci menjalar jadi satu lalu di satukan menjadi tatapan di matanya. Gadis itu menangis meneteskan air matanya terisak hati nya sakit sungguh sangat sakit bagai di tusuk dengan 1000 jarum. "Hiks..hiks..uhuk..uhu..hu.." rintihan demi rintihan dari gadis itu. "Brendy aku ....minta maaf atas semua nya aku akan menggantikan setiap air mata mu yg jatuh itu dengan kebahagiaan" selangkah lagi mencoba mendekati gadis itu. "Jangan dekati aku !!! " Teriak gadis itu diiringi air mata. "Aku mohon maafkan aku " dengan nada penyesalan. Ale merasa iba dengan penderitaan yang dirasakan gadis itu sungguh kejam yang telah ia lakukan. Brendy teringat lagi dimana ia di tampar, di setubuhi dengan cara kasar dan sangat menyakitkan semua nya muncul secara tiba-tiba. "Aku..aku ingin menebus semua kesalahanku ..aku akan membayar setiap tetes air mata yang kau jatuhkan itu..kumohon maafkan aku dan.. izinkan aku membuatmu bahagia" Ale mengatakan nya dengan tulus di dalam hatinya. "Tidddaaakkkk....kau tau apa tentang itu semua... kebahagiaan kau bilang? Kebahagiaan ku sudah hilang sejak kau renggut hal yang selama ini aku jaga... Kau manusia jahat..aku membencimu..kau menyentuh ku seperti hewan...kau mengatakan layaknya aku adalah sampah ...kau menghina ku bagaikan aku adalah racun yang harus di basmi dan.. dan kau memperkosa ku waktu itu...kau ..kau...kau..." Air mata derai membanjiri wajahnya, semua kata-kata itu tidaklah cukup, tidaklah sebanding dengan yang ia rasakan. Ale tidak tahan dengan ini semua lantas ia langsung berjalan memeluk gadis itu. Ale memeluknya sungguh erat seperti seseorang yang mengerti penderitaan nya dan tidak ingin melepaskan nya tidak saat ini untuk melepaskan nya bahkan dalam benaknya tersirat tidak ingin melepaskan nya untuk selamanya. "Lepas kan tangan mu dari tubuh ku..hu..hu..hu.." memukul mencoba melepas kan pelukan lelaki yang telah lancang memeluk nya. "Tidak akan...maaf..ku mohon...maafkan aku..aku akan menebus ini semua...maafkan aku...maaf seribu maaf " memeluk erat gadis itu yang mencoba merontah dan Ale mencium pucuk rambut itu sebanyak mungkin. "Lepaskan aku kau lelaki jahat" memukul yang bisa Brendy pukul. "Hatiku sakit...tidak..kau tidak akan mampu mengobati luka ini" suara mulai pelan. "Tenangkan dirimu aku disini akan me-" terpotong saat Ale mendengar teriakan gadis itu. "Aaaahhhhhh" suara gadis itu. Gelap....gelap...semuanya menjadi gelap... Tubuh wanita itu menjadi ringan. "Boss dia pingsan" teriak kedua pria. "APAAAAAA" sikap waspada Ale terlihat jelas.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN