Raga menatap Aluna dengan intens, ia masih tersenyum sambil melihat wajah Aluna yang tampak kesal padanya. “Aku suka, aku suka kau cemburu padaku. Karena itu artinya kau masih sangat mencintaiku.” Aluna hanya mampu diam dan tak mengatakan apapun, bibirnya masih kelu dan tak ada satupun kata yang keluar untuk menjawab semua perkataan Raga padanya. “Ada apa? Kenapa kau diam saja, katakan sesuatu Aluna.” Aluna menggelengkan kepalanya, “Entahlah, aku sendiri bingung harus berkata apa. Jujur … aku mulai putus asa, rasanya aku ingin menyerah.” “Apa maksudmu?” “Hatiku penuh dengan penyesalan, aku sungguh sangat menyesal. Andai aku tahu rasanya akan sesakit ini, lebih baik waktu itu aku tidak menyelamatkan ibuku. Dan aku akan ikut mati dengannya, mungkin dengan begitu aku tidak akan menderit

