Malam penuh gelora dilewati oleh mereka berdua, mereka melakukan perbuatan yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan. Namun, apa mau dikata jika setiap sentuhan berdasar atas nama cinta. Cinta yang teramat besar hingga tak dapat dipisahkan oleh apapun. Jurang pemisah itu mereka hancurkan dengan sebuah kesalahan, sebuah kesalahan yang mungkin akan terulang jika suatu saat nanti mereka bertemu kembali. Dua insan yang tengah saling merindukan itu kini meluapkan segala rasanya dengan setiap sentuhan yang mereka lakukan. Keduanya terengah oleh kabut gairah, Aluna mencengkram punggung Raga. Keduanya melakukan pelepasan untuk yang pertama kalinya. Untuk pertama kalinya mereka melakukan hal yang seharusnya menjadi hal terlarang bagi mereka berdua. “Masssss …” Aluna kesakitan sebab ini jadi

