"Kenapa di sini hm udaranya enggak bagus buat kamu?" Kei menoleh menatap sumber suara "Di sini tenang abang," jawab Kei. Axel tersenyum seraya menyelimuti tubuh rapuh sang adik yang sedang duduk di balkon kamarnya. "Kamu harus ingat bukan hanya diri kamu yang harus di jaga tapi ponakan abang juga." peringat Axel lembut. Kei tersenyum masam. Bukan karena keberadaan bayi yang di perutnya melainkan karena ia hamil tanpa suami di sisinya. Axel yang paham akan itu semua pun mengusap lembut surai Kei "Ada abang, ada ayah, papa Bara dan juga Aksa yang sayang sama queen jadi jangan sedih gitu ya." Kei mengangguk pelan dan merentangkan tangan nya. Axel terkekeh dan segera membawa sang adik kedalam pelukan nya. "Abang enggak mau nikah?"tanya Kei pelan. Axel mengusap lembut rambut Kei sayang

