PART 1

1210 Kata
Seorang gadis dengan rambut panjang acak sedikit terusik dari tidurnya ketika suara adzan terdengar. Ia membuka matanya nya perlahan berusaha bangun dengan raut sayu akibat masih mengantuk. Ia turun dari kasur nya, melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Hanya butuh waktu 15 menit ia melakukan ritual mandinya dan segera keluar bersiap dengan pakaian nya sekaligus menunaikan ibadah sholatnya. Gadis itu adalah Keisya Queenzy Pratama. Gadis manis, lembut dan sederhana merupakan putri satu satunya Aldebara Pratama dan Clarissa. Sayang sekali sang ibu harus pergi meninggalkan sang putri karena sebuah kecelakaan. Kei yang saat itu masih berumur 12 tahun sangat merasakan kehilangan wanita yang paling ia sayangi. Kei mendekati meja rias, mulai mengoleskan bedak tipis di wajahnya dan sedikit lipbalm di bibir pink alaminya. Ia mulai menyusun alat tulis nya ke dalam tas dan tak lupa minyak telon yang selalu ia bawa kemana mana. Kei menyukai wanginya yang membuat ia nyaman. Ia menyampirkan tas nya dan melangkah keluar. Kalian pasti banyak yang suka sama wangi minyak telon kan "selamat pagi bik,” sapa kei kepada bik Inem yang sedang meletakkan sarapan nya. Bik Inem adalah pembatu yang sudah ia anggap sebagai keluarga nya sendiri. Bahkan bik Inem bekerja dengan sang papa ketika papa menikah dengan mama nya. "pagi nak kei," balas bik inem sambil tersenyum ke arah anak majikannya itu. "papa belum bangun bik?" tanya kei. "belum kayaknya non,” balas bik inem. Namun tak lama datanglah seorang pria paruh baya yang masih tampan di usia nya yang sudah memasuki kepala empat itu. Yang tak lain adalah sang papa. Cup "selamat pagi princess papa," sapa sang papa. "pagi my hero," balas kei Bara mengacak rambut sang putri gemas. Mareka mulai sarapan dengan dengan hikmat, sesekali Bara menanyakan hal hal yang di lakukan sang putri. Baginya itu kewajiban nya sebagai ayah untuk mengetahui aktifitas putri satu satunya. Bara tidak terlalu mengekang kei untuk melakukan apa yang di inginkan kei selagi itu tidak melewati batas usia nya. "pa kei berangkat sekolah yah assalamualaikum.” Kei segera salim kepada sang papa. "iya hati hati sayang, waalaikumsallam." Balas papa. Setalah pamit dengan sang papa dan bik Inem Kei langsung menuju mobil yang sedang di hangatkan pak Salman supir yang sering mengantarkan Kei ke sekolah "gimana mang udah siap?" tanya kei. "udah atuh neng," jawab mang Salman "yaudah kita berangkat sekarang yah mang,” ujar Kei. "hayukkk lah neng," balas mang Salman. *** "terima kasih mang, nanti jangan lupa jemput kei ya," ujar kei pada mang salman. "iya non, tenang aja nanti mamang jemput." Mang Salman mengacukan jempolnya ke arah Kei. "yaudah kei masuk yah mang, assalamualaikum." pamitnya lalu masuk kedalam area sekolah. Di koridor banyak sekali yang menatap Keisya dengan kagum, bagaimana tidak dia anugerahi wajah cantik bak dewi yunani, hidung mancung, mata coklat terang dengan tatapan teduh membuat siapa saja nyaman memandang. "Selamat pagi kak Kei."sapa adik kelas. Kei yang mendengar sapaan itu pun tersenyum lembut. "Pagi," jawab kei ramah. Banyak juga yang menyapa kei bahkan ada yang menggoda nya. Kei hanya membalas dengan senyuman. Jangan lupakan bahwa Kei pernah menjadi ketua osis yang tegas, adil, sopan dan murah senyum menjadikan ia sosok yang di kagumi. Tapi yang harus di ketahui sampai saat ini Kei belum pernah memiliki seorang pacar, sudah banyak laki-laki yang mengungkapkan perasaannya tapi selalu Kei tolak dengan alasan singkat "males, buang buang waktu!” Mereka pun tidak menyerah, loker Kei pun selalu penuh dengan coklat, sayang nya ia tidak pernah memakannya karna ia tidak terlalu suka coklat. Coklat itupun malah di bagi ke pada anggota osis yang lain nya. Kei dulu sekolah di london tapi karena satu hal yang mengharuskan ia pindah kejakarta dan bersekolah di SKY HIGH SCHOOL sekolah elit jakarta. Dalam kehidupannya ia tidak pernah ia merasakan yang namanya pacaran karena itu buang-buang waktu saja menurutnya. pacaran saja belum tentu sampai ke ijab kabul dan bukankah itu sia-sia? Kei telah sampai di dalam kelas nya yang masih tebilang sepi, teman teman nya pun belum datang. "huh.”Kei menghela nafas pelan. Ia mencari bangku dan langsung menelungkupkan kepala nya. tidur beberapa menit bukan masalah bukan. "GOOD MORNING GUYS," teriak seseorang. "Diem Vale suara lo jelek telinga gue sakit," ketus sella. mereka adalah sahabat keisya, valerie dan ansella. "Ih terserah Vale dong Sella rese banget" cemberut Valerie. Sella mendengus, padahal itu semua fakta. "lah ini kei kan?" tanya vale. "Hm." Sella hanya berdehem. "Kerjain ah.” Seringai Valerie "KEISYA QUEENZY BANGUN ADA BU FITRI!” teriak Vale. Sella menatap tajam valerie. "peace sel heheheh," cengir valerie. "Apaan sih vale, berisik!" ketus kei mengangkat kepala nya. Terlihat jelas wajah mengantuk Keisya. " Begadang drakor lagi?" tanya Sella di balas anggukan Keisya. Valerie dan Sella segera duduk di bangku masing masing.  Valerie duduk di sebelah Kei sedangkan Sella duduk di bangku belakang. Tidak lama kemudian murid mulai banyak berdatangan dan duduk di bangku masih masing Karena bel sudah berbunyi tanda nya pelajaran akan di mulai. "Selamat pagi anak anak." sapa bu fitri sebagai wali kelas mereka. "Pagi bu," jawab mereka serentak. "Berjumpa lagi dengan ibu yang cantik mantulity ini," ucap bu fitri girang. Seisi kelas hanya memutar mata jengah melihat kelakuan lebay sang guru yang sudah biasa mereka liat itu. "Baiklah ibu di sini hanya menyampaikan bahwa ibu bukan hanya mengajar di kelas kalian tapi ibu juga wali kelas kalian.Gimana senang nggak senang nggak?" ucap bu Fitri heboh. "SENANG LAH MASA ENGGAK," jawab seisi kelas kecuali Kei dan Sella. Jangan mengharapkan sesuatu dari kedua orang cuek itu. Murid sky memang menyukai Bu Fitri, walaupun sikap nya lebay tapi beliau adalah orang yang ramah, dan cara nengajar nya itu nyambung ke murid nya. Sesekali juga di ajak bercanda. Bu Fitri terkekeh "Baiklah ibu akan menjelaskan tentang peraturan kelas kita.” "PERTAMA dilarang bolos! Itu sudah pasti.” "Yahhh," teriak semua murid "KEDUA baca peraturan sekolah! Masa udah kelas tiga kagak tau peraturan sekolah," ucap bu fitri. "TAU," teriak mereka semua. "Bagus. KETIGA BAYAR DUIT KAS YAH ANAK ANAK KU SAYANG." "Miskin Bu" teriak mereka serentak. "IJAZAH KALIAN KAGAK IBU KELUARKAN.” "Kenapa bu?" Tanya valerie polos. "Males," jawab bu fitri santai. "YAHHH Ibu." protes mereka. "Sekarang kalian sudah kelas tiga jadi serius dalam menentukan pilihan nanti nya. Sekarang waktunya kalian serius dalam menentukan masa depan." "Yang merasa tidak pernah di hormati sebelum nya maka ke depan nya bertekad lah untuk bisa do hormati semua orang bahkan seluruh dunia." "Yang biasanya selalu di remehkan cita cinta nya maka bertekad lah untuk untuk membuktikan kalau kalian bisa." Mereka semua mendengarkan setiap ucapan bu fitri yang begitu serius. "Yang biasa di sekolah nya di tegur, kedepan nya malah jadi penegur." "AMIN." teriak mereka serentak "Yang biasa nya cuman jadi pemimpin kelas maka kedepan nya sudah menjadi pemimpin rumah tangga." "AMIN." "Yang biasanya cuman menghitung uang kelas makan ke depan nya sudah bisa menghitung uang negara.” "AMIN" "Jangan kalian korupsi kan," ucap bu fitri tajam "INSYAALLAH" "Eh."kaget Bu Fitri. Seketika mereka semua tertawa. "Bu." salah satu siswa mengangkat tangan nya. "Iya reno?" "Ke depan nya mau jadi menantu ibu aja gimana?" "Anak ibu masih umur 2 tahun reno!" "Gimana kalo jadi pasangan hidup ibu aja reno," ucap Bu Fitri genit Reno bergidik ngeri ia baru ingat kalo bu Fitri janda "Nggak jadi bu setelah lulus saya di panggil negara." "AMIN.” teriak mereka semua seraya tertawa
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN