Keenan sekarang berada di samping brankar Kei seraya menggenggam erat tangan istrinya, Ken menatap Kei sendu, kenapa harus istrinya yang terluka kenapa tidak dia saja batin Ken lirih. Cklek Pintu ruang rawat Kei terbuka, Ken tetap fokus pada wajah istrinya. "Makan," ujar Aksa singkat menyodorkan makanan yang ia beli di kantin. "Jangan drama. di kasih makan sok sok an bilang nggak lapar, gue tau lo belum makan," ucap Aksa ketus. Ken menatap Aksa sinis. Ken cukup lapar,ia membuka makanan yang di beli Aksa dan segera memakan nya. "Lo pasti udah tau siapa Arvino khiel bukan," ujar Aksa. Ken mengangguk singkat. "Lo pasti paham mengapa Kei menghalangi lo untuk tidak menghajar om Vino" Ken lagi lagi mengangguk. Aksa menghela nafas apa kah harus ia menjelaskan nya sungguh ia sangat malas berb

