Di tas gundukan tanah yang sudah merata, di berikan batu nisan bewarna putih dan di kelilingi pagar kayu. Di atas nisan terdapat nama ibunya Suri serta tanggal wafatnya. Yusuf, suaminya duduk di atas tanah lalu menyapu kepala nisan dengan pelan. ''Kamu tinggalkan aku? Seperti ini kah? Kubilang sabar tunggu aku sayang.'' Kata pria paruh baya sambil mengeluarkan air matanya pelan. "Aku menyesal, amat sangat menyesal sudah seperti ini.'' Yusuf mengambil sebotol air meniral dan kembang yang ia beli di pintu pemakaman depan. Tangan renta itu membuka botol dengan tangan gemetar setelah terbuka ia menyiram batu nisan itu secara merata. Allexe dan Gerald berjongkok di sisi pemakaman dan ikut menyiram dengan air. ''Kenapa tinggalkan aku hm? Apa salah kusimpan dirimu hm? Kita memang hidup susah du

