34 🦋

1281 Kata

"Dunia luar itu bukan untuk kita, Ra. Kita lebih aman di sini." "Haura tetap pergi." Melihat tekad Haura yang matang dan bulat Anin pun memilih ikut keputusan adiknya. "Mbak ikut kamu." Anin tak punya siapapun selain Haura dan Allah Yang Maha Esa. Ia tak mau kehilangan satu-satunya manusia yang bisa diajak bertukar cerita dan menghiburnya. Selesai berkemas mereka menyeret barang-barang ke kantor Eyang Putri. Di sana Haura juga sudah meminta kedatangan Eyang Putro untuk berpamitan. "Eyang, kami pindah seperti yang Haura pernah bilang sebelumnya. Nanti Haura akan beli ponsel dan menghubungi kalian kapan-kapan. Haura gak mau lagi di sini. Haura gak mau benci sama Eyang berdua." Mata kedua Eyangnya menyorot tuduhan kepada Anin seolah Anin sebab utama keputusan Haura untuk menjauhi kedua E

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN