60 🦋 END

1784 Kata

Anin menangis sangat banyak sejak sampai kaki mereka menapak di rumah orang tua Kiya. Sepasang lanjut usia datang menyambut dari rumah gubuk mereka. Di sekeliling tempat itu kumuh berisi tumpukan sampah dan rongsokan. Di sisi Anin adik madunya menangis pula. Semua permohonan maaf dan janji-janji memperbaiki diri yang Kiya ajukan kepada Hadid di sepanjang jalan tadi tidak berhasil membalik keadaan sedikit pun. Anin kini tahu kesalahan fatal Kiya, tapi ia pun tak akan mampu menggoyahkan keputusan Hadid yang sudah bulat sempurna. Sudah mengenal suaminya dari segenap emosi yang Hadid miliki, Anin tahu usaha bagaimana pun akan percuma. Hadid memang bukan orang yang akan sembarangan mengambil keputusan, dan tidak pernah dia mundur dari pilihannya itu. Keras, seperti besi. Anin menyaksikan sen

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN