14.47 Anin keluar dari kamarnya untuk memulai aktivitas sore. Menu apa yang akan disajikan malam ini, Anin belum punya gambaran sama sekali. Membuka kulkas Anin temukan sawi dan berbagai sayuran lain, ada juga ayam dan ikan di bagian atas kulkas. “Lagi apa, Nin? Mandangin kulkas sampai berkerut kening begitu?” “M---mas Hadid!” serunya kaget. Anin kemudian mengusap d**a sambil berucap istigfar. Senyum Hadid lebar terukir. “Ngapain sih? Ngelamun begitu, pantes aja kaget.” Anin terdiam di tempat. Matanya jeli menelisik sang suami. Lelaki yang dicintainya sepenuh jiwa itu tersenyum lepas, tampak baik-baik saja dan cukup rapi pakaian juga sisiran rambutnya. Tanpa perlu memastikan, Anin tahu Hadid baru saja mandi, mandi junub barang kali. Meski harus menerima tusukan sakit di hati karena d

