Tiga hari kemudian. "Huuuhhh," terdengar helaan napas susah dari Nulani. Sang suami menoleh ke arah isterinya, tak lupa juga Agil dan kedua adik kembarnya itu. Mereka sedang sarapan, hari ini sudah tiga hari Moti tidak keluar-keluar kamar. Hati Nulani menjadi susah, setiap di panggil makan, Moti tak menyahut, setiap pintu diketuk, Moti tak membuka. Rasa-rasanya Nulani akan gila jika Moti tidak segera keluar dari kamarnya, hari ini juga, dia tidak mau keluar dari kamarnya. Brak Nulani berdiri kasar dari kursi makannya. Tak Tak Tak Ia berjalan cepat naik ke lantai dua, lebih tepatnya ke arah pintu kamar Moti berada. Tok Tok Tok "Momok! Momok! Ini bunda!" Tok Tok Tok "Momok! Buka pintunya!" Tak ada respon. Nulani hilang akal untuk sesaat, pikirannya melayang ke arah yang ti

