"Kak Agil, kak Agil," Moti memanggil nama sang kakak. Agil yang sedang berjalan berhenti. "Kak Agil jangan sedih yah nggak dapat juara satu," ujar Moti. Agil menatap sang adik. Sret "Apa ini?" Agil bertanya ke arah bungkusan kecil yang diberikan Moti. "Sebenarnya...sebenarnya Momok udah siapin hadiah buat kak Agil dari jauh-jauh hari," ujar Moti pelan. Agil membasahi bibirnya. "Mau kak Agil menang atau kalah itu bukan masalah, hadiahnya tetap buat kak Agil kok," Moti mendongak lalu ia tersenyum lebar. "Nggak mau diambil yah?" tanya Moti. Agil tersenyum, ia mengambil bungkusan itu. "Tapi kak Agil tetap keren kok!" Moti menunjukan kedua jempolnya tinggi-tinggi. "Kak Agil yang terkeren dari yang terkeren, bahkan Ran aja kalah!" ucap Moti lantang sambil membusungkan dadanya. Agil

