Sesampai di dapur resto, Siti mulai membuatkan kopi untuk Adib. “Perhatikan takarannya. Jangan sampai lupa! Biar Pak Ngadimin bisa membuatkan kopi untuk Pak Adib kalau saya tidak ada di kantor,” ujar Siti. Siti membuka bungkus kopi lalu mengambil kopi dengan menggunakan sendok kecil. Kemudian ia mengambil gula putih dengan menggunakan sendok kecil. Ngadimin memperhatikan takaran kopi dan gula yang diberikan oleh Siti. Kemudian Siti menuangkan air panas yang baru saja mendidih lalu mengaduk kopi tersebut. “Sudah jadi.” Siti menaruh sendok kecil ke atas meja. “Sekarang tugas Pak Ngadimin mengantarkan kopi ini ke ruang kerja Pak Adib. Saya masih banyak kerjaan.” Siti pun meninggalkan dapur resto dan kembali ke kantor. . . Sebelum pukul 12 siang Siti bersiap-siap untuk makan siang. “Sit

