Laki-laki dan perempuan itu menoleh ke arah Siti. Mereka adalah Aqeela dan Beni. Siti cepat-cepat menghindar dari mereka. Namun, terlambat karena Aqeela memanggil Siti. “Siti.” Siti menghela napas mendengar Aqeela memanggil namanya. Ia menoleh ke Aqeela. Aqeela dan Beni menghampiri Siti. “Ada apa?” tanya Siti dengan nada yang tidak ramah. “Kamu nggak ikut sama Mas Adib ke Singapura?” tanya Aqeela. “Nggak. Kami sudah putus dan saya sudah resign dari kantor Pak Adib,” jawab Siti. Aqeela dan Beni terkejut mendengar jawaban Siti. “Mas Adib bilang kalau dia pergi ke Singapura sama kamu,” kata Aqeela. Siti kesal mendengar apa yang dikatakan Aqeela. Adib masih saja membawa-bawa namanya untuk dijadikan alasan. Padahal Adib pergi ke Singapura untuk mewakili orang tuanya dan menghadiri acara p

