Mereka adalah Adib dan Marisa. Marisa sedang bergelayutan mesra di lengan Adib. Pandangan Siti lurus ke depan. Ia pura-pura tidak melihat ketika mereka berpas-pasan. Namun, Adib dan Marisa melihat Siti. Marisa menoleh ke arah Siti. Ia memperhatikan Siti dari belakang. “Bukankah dia bekas sekretarismu? Kok dia tidak menyapa kamu?” Marisa menunjuk ke arah Siti. “Biarkan saja,” jawab Adib. Padahal di dalam hati Adib merasa kesal melihat Siti jalan dengan laki-laki lain. Kita kembali lagi ke Siti. Siti fokus ke layar, ia sedang menonton trailer film-film yang akan tayang di bioskop. Satu persatu penonton mulai memasuki teater. Siti sesekali memperhatikan penonton yang baru datang. Sampai datang sepasang laki-laki dan perempuan. Mereka duduk di sebelah Siti. Kursi mereka terhalang dua kursi

