Extra part IIII

1480 Kata

Lima tahun kemudian...   Toko semakin Ramai, Sabrina kewalahan menghadapi pembeli walaupun karyawan lain membantunya. Suara riuh terdengar saat ketiga anaknya datang dari sekolah PAUD. “Bunda, Bunda,” pekik Ibra dan Ale sedangkan Abra terkesan diam dan santai. “Nda, tadi Om-nya lama jemput,” adu Ale dan diangguki oleh Ibra. “Oh ya?” Rina menengok jam dinding. “Hanya lima menit,” sambung Rina. “Ahh tetap aja terlambat, Ayah mana?” tanya Ibra, Ale dan Abra masuk ke dalam kamar yang berisi Ac, Tv, dan kasur serta mainan. “Dapur,” jawab Sabrina. Ibra masuk ke dalam dapur dan melihat sang Ayah sedang mengawasi lima karyawan membuat kue, ada yang mengoven, ada yang mencetak, menghias dan membersihkan dapur. “Ayah,” panggil Ibra. Arka menengok dan tersenyum, ia menggendong anaknya.

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN