Arka datang ke gedung kantor R.K. ia di jemput oleh asisten pribadi Danna dan mengantarkan-nya ke ruangan CEO. Setelah sampai di ruangan Ceo mereka keluar dan membuka pintu. “Ada apa?” tanya Arka sambil duduk di depan adiknya yang sedang terlihat sumringah. “Baca ini,” kata Danna sambil mengeluarkan surat dari rumah sakit. Arka mengerutkan keningnya sambil mengambil berkas, ia menyilangkan sebelah kakinya dan membaca berkas itu. Seketika Arka tersenyum tak lama ia tertawa tangisnya berderai tapi tangis kebahagiaan. “Aku memang tidak percaya kalau dirimu mengidap penyakit ini! Aku bahagia,” jawab Arka. Danna pun tertawa lepas dan merasa lega. “Akupun sama, ternyata dokter yang mendiagnosaku selama ini salah,” jawab Danna. “Bagaimana keadaan istrimu?” tanya Arka. “Dia sama negatif. Ak

