Diperjalanan menuju kediaman Amberley, Bandung. Dena tak henti hentinya menunjukkan kegembiraannya bertemu dengan malaikat penolongnya. Dena memeluk lengan Vee , dia begitu nyaman bersender di lengan malaikat cantiknya. Denara tidak menyangka dirinya akan dipertemukan dengan Velove yang telah menyelamatkan nyawanya. "Kak Vee, boleh Dena memanggil kakak seperti itu?" Tanya Dena membuat Velove menoleh. Velove mengangguk atas permintaan Dena, sedari tadi dia diam dan hanya mendengarkan celotehan celotehan gadis seusia Dinka adiknya. Denara berbinar bahagia, "kakak pasti suka deh main ke rumah Dena, mama papa Dena baik kok kak. Tapi sayang Dena enggak punya temen di sini," ucap Dena sedih. "Kenapa tidak punya teman? Kamu tidak mengakui kakak sebagai temanmu?" tanya Velove penasaran dengan

