Mendung menggantung, suara sirene ambulance menggema memecah sepi dan membuat siapa saja menyingkir agar memudahkan mobil itu segera menjangkau halaman rumah sakit. Beberapa perawat dan dokter berdiri menyambut beberapa ambulance yang datang membelah kerumunan. Rengga menatap satu ambulance yang datang, pintu dibuka, brangkar segera diturunkan. Tampak seorang anak berumur 6 tahun yang dipenuhi dengan darah. Laki-laki itu langsung mengambil alih brangkar itu dan mendorongnya ke IGD. Sedangkan ambulance yang berada di belakang akan ditangani oleh dokter yang lainnya. Rengga merasa khawatir, napas anak itu naik-turun. Air matanya menetes terus-menerus. Rengga yakin anak itu sedang menahan sakit. Di belakang ada seseorang yang membantu untuk mendorong brangkar itu. Seorang perempuan dengan

