Napas Stella kini sudah terengah-engah. Sungguh, dia kini sudah merasakan kelelahan sekali karena tadi berlari dengan kencang. Untungnya, Stella dan Freya berhasil kabur dari kejaran Andre, jika tidak, entah bagaimana nasib dirinya nanti. Mereka sudah ada di depan penthouse saat ini. Stella mengelap bulir keringat yang sudah keluar dari pori-pori kulitnya. Dia melangkahkan kakinya, memasuki penthouse itu. Sungguh, saat ini Stella ingin cepat-cepat istirahat. Rencananya untuk berlibur kembali hancur karena Andre. Entah mengapa, pria itu selalu menjadi petaka untuk kehidupannya. Sangat sialan sekali. Kakinya yang jenjang itu hendak akan naik ke tangga, tapi pergerakan nya langsung terheti kala dia mendengar sebuah suara yang membuatnya terdiam. "Nona!" Itulah panggilan yang didenga

