Secara perlahan, Arka menaruh tubuh Stella yang sudah lemas itu ke atas ranjangnya. Stella sudah menutup matanya saat ini, wajahnya sudah terlihat pucat, mungkin akibat sakitnya, begitu juga dengan suhu tubuhnya yang perlahan menurun, membuat Arka benar-benar merasa sangat cemas saat ini. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Dwi saat ini, berharap wanita itu akan cepat menjawab teleponnya. "Ambilkan kompres juga kirim dua pelayan ke kamar ku, sekarang juga." Setelah mengucapkan kalimat itu, dia langsung memutuskan sambungan teleponnya. Pria itu menghembuskan napasnya dengan kasar, dia memindahkan pandangannya, matanya menatap ke arah Stella yang sampai saat ini masih menutup matanya. Dia mengambil tas milik Stella dan mulai membukanya. Matanya menatap ke arah selembar foto yan

