Stella menatap Arka yang sedari tadi mondar-mandir dengan tangan yang memegang ponsel. Beberapa kali, pria itu akan mengumpat pelan saat mendengar suara dari sahutan sana, sepertinya saat ini Arka tengah benar-benar merasakan kesal, entah kepada siapa. "s**t, urus semua itu. Aku ingin, sekarang juga kau menurunkan saham mereka agar bisa menikahkan anaknya kepada iblis itu." Arka memutuskan sambungan teleponnya. Kini, nafasnya sudah tersengal-sengal akibat seluruh emosi nya yang keluar tadi. Sungguh, dia merasa sangat kesal sekali dengan anak buah nya yang bekerja dengan sangat lambat. Arka bukanlah salah satu orang yang bersabar. Dia ingin semuanya berjalan dalam waktu yang cepat dan hasil yang diberikan pun bagus. Pandangan Arka teralihkan. Dia melihat Stella yang kini tengah mengha

