Chapter 65 Bicara

1054 Kata

Oke apa ini saatnya untuk bicara? Aku terdiam sejenak untuk berpikir. “Lo nggak akan nyelesaiin apapun kalo cuma mendem di kepala, Vira.” Anjas juga sudah menyarankan padaku supaya bertanya saja. Jemari Indra terasa membelai jemariku lembut. Aku kemudian menghela napas. “Gue sebenarnya terganggu sama Puspa,” ucapku kemudian. Indra mengangkat satu alisnya. “Puspa?” tanyanya. “Puspa temen SMA lo, temen kuliah lo juga. Yang deket sama lo. Dia udah balik ke Jakarta dan jadi janda sekarang.” Jemari Indra masih mengucap jemariku. “Oke lanjut aja ceritain semua yang ganggu lo. Sedetailnya. Gue akan dengerin baru setelah itu gue tanggepin. Sepakat?” pinta Indra. Aku menganggukkan kepalaku dan mulai untuk menceritakan semuanya. Tentang aku yang mendengar pembicaraan mereka di pameran

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN