Hari ini akhirnya tiba juga. Hari dimana aku akan menemui mamanya Indra. Wanita yang selama ini aku hindari setiap kebetulan bertemu beliau. Jujut aku berdebar namun keputusanku ini sudah bulat. Lagi pula memang sepertinya segera menikah dengan Indra adalah keputusan terbaik. Sebab dia juga butuh cepat kan? Biar sekalian saja. Aku akan pamer maksimal lewat pernikahanku nanti. Indra sudah bilang kalau aku akan menjemputnya di siang hari dan ya aku sudah siap saat dia tiba. Seperti biasa aku langsung masuk ke dalam mobilnya dan mengenakan sabuk pengaman. “Kok gue jadi deg-degan ya?” tanyaku. Kemarin bisa dibilang keputusanku cukup impulsif untuk meminta dikenalkan dengan mamanya Indra. Padahal aku belum sepenuhnya siap. Aku pikir aku akan cukup berani namun nyatanya sekarang aku malah

