Setelah percakapan itu selesai, aku benar-benar merasa lega. Ditambah hatiku membuncah bahagia. Aku tersenyum menatap Indra. Masih duduk di atas pangkuannya. “Oke clear ya sayang,” ucap Indra kemudian memelukku. Aku pun memeluk tubuhnya erat. Ya ampun kalau tahu begini seharusnya aku bicara langsung sejak hari itu saja. Ah, aku jadi sedikit menyesal karena sudah buang-buang tenaga untuk overthinking. Aku membelai rambutnya Indra. Indra lantas melepaskan pelukannya. “Lo bilang capek tadi. Ya udah sini gue bantuin bersihin make up abis itu kita tidur.” Aku mengangkat satu alisku. “Tidur?” tanyaku. “Kenapa? Atau lo mau ngelakuin sesuatu yang lain?” tanya Indra sambil tersenyum. Aku menggigit bibir, bingung untuk bilangnya. Malu rasanya malah kalau aku yang lebih agresif untuk minta u

