Kami turun dari mobil dan siap untuk masuk. Saat itu aku sudah melangkah saking antusiasnya namun aku menyadari kalau Indra tidak melangkah di sebelahku. Aku berhenti dan berbalik menatapnya. “Ayo,” ajakku tidak sabaran. Aku sebenarnya tidak peduli dengan makan atau apapun itu. Soal perubahan status kami menjadi pacaran juga kan ya begitu-begitu saja. Sekarang pun bisa saja aku bilang Indra pacarku. Yang aku incar adalah foto untuk diunggah di media sosial sebagai bentuk go public hubunganku dengan Indra. Itu yang membuatku tidak sabaran. Indra masih saja diam berpijak di tempatnya. Aku mengernyitkan kening. Aku melangkah mendekatinya. “Ayo masuk. Ngapain?” tanyaku bingung karena Indra tidak kunjung berpindah dari posisi. Indra mengangkat sedikit tanganya, terlihat ada jarak antara

