Jhonatan dan Laura duduk berdua di ruang makan saling berhadapan tanpa bicara sepatah kata pun. Mereka menunggu kehadiran Andreas dan Clara yang tidak kunjung turun untuk sarapan bersama. “Apa mereka tidur bersama?” tanya Laura memecahkan keheningan. “Tidak,” jawab Jhonatan cepat. “Bagaimana kamu tahu?” tanya Laura heran. “Rumah ini dilengkapi alat yan canggih sehingga saya tahu ada dua kamar yang dihuni,” jelas Jhoantan. “Tuan dan Nona Clara masih tidur di kamar mereka masing-masing,” lanjut Jhoanatan. “Aku sudah sangat lapar,” ucap Laura. “Anda bisa makan terlebih dahulu.” Jhonatan mempehatikan mata sembab Laura. “Apa Anda menangis?” tanya Jhonatan. “Sebaiknya kita makan duluan. Pasti Andreas mau makan berdua dengan Clara.” Laura menghindari pertanyaan Jh

