"Selamat siang. Maaf dengan wali saudara Mintaka?" "Maksudnya?" "Saya dari pihak rumah sakit Internasional Heaven ingin memberitahukan, bahwa saudara Mintaka saat ini dalam kondisi kritis dan harus segera dioperasi. Jadi, rumah sakit butuh persetujuan sebelum operasi dilakukan." "A-apa? Ba-baik, sa-saya akan segera ke sana." Mendengar kabar buruk mengenai Mintaka membuat jantung Reswara berdegup kencang. Air matanya mengalir begitu saja membasahi wajahnya. Apalagi membayangkan wajah pria itu terakhir kali bertemu. Ia lekas meraih tas selempang miliknya dan memasukkan ponsel juga dompet ke dalamnya. Tidak lupa pula dengan kunci mobilnya yang ada di nakas. Kemudian, ia berlari keluar kamar menuruni anak tangga. "Mau ke mana, Kak?" tanya Ozawara. Tanpa menjawab pertanyaan sang ibu, Res
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


