49. Bertunangan

1009 Kata

Merasakan kelembutan yang begitu nyata membuat Mintaka memejamkan matanya secara perlahan. Jantungnya berdegup kencang merasakan kebahagiaan yang teramat. Ia berharap, apa yang terjadi padanya saat ini benar-benar nyata sesuai apa yang ia rasakan. Namun sayangnya, baru saja hendak membalas peraduan bibir Reswara, ia dihempaskan ke dunia nyata. "Pak Min? Pak Min kenapa? Ngantuk?" tanya Reswara sambil mengayunkan tangannya di depan wajah pria itu. "Ah, apa?" terkejut pria itu. Mintaka membuka mata dan mengedar pandang sekedar menghilangkan kegugupan. Bagaimana bisa ia membayangkan hal seperti itu? Padahal, Reswara hanya mengulurkan tangannya dan mengusap bibirnya. "Pak Min mengantuk?" ulang Reswara. "Tidak. Saya cuma silau saja makanya memejamkan mata," bohong pria tampan itu. Beruntun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN