"Res mana, sih? Kenapa di telpon tidak diangkat-angkat? Pesanku juga tidak dibalas-balas." Mintaka sedang gusar sibuk menatap ponselnya. Sudah lewat tiga puluh menit, tetapi Reswara tak kunjung keluar. Terlebih, semua pesan dan panggilannya diabaikan begitu saja. "Apa aku coba masuk saja?" Mintaka menatap lurus ke depan di mana terpampang gerbang menjulang tinggi milik keluarga Candramawa, "Ya sudah, aku turun saja. Barangkali saja Res kenapa-napa," lanjut pria itu memutuskan. "Bapak jangan pergi ke mana-mana. Saya mau turun dulu sebentar dan untuk argonya nyalakan saja," kata Mintaka pada supir taksi. "Baik, Mas," balas supir taksi itu. Akhirnya, Mintaka turun sambil menatap gerbang tinggi itu. Jantungnya berdegup kencang seolah akan bertemu dengan calon mertuanya. Ia berjalan beber

