Setelah dirasa cukup memperhatikan wajah yang selama ini ia rindukan, Mintaka mulai membuka suara. Rasanya, sudah lama sekali ia tidak memanggil nama itu. Akan tetapi, waktu empat tahun memang lumayan lama. "Res?" panggil Mintaka sendu. Rasanya, ingin sekali bagi Mintaka merengkuh tubuh Reswara, tetapi bisa melihatnya saja sudah lebih dari cukup. "Pak Min?" Reswara terbelalak mendapati Mintaka sungguhan yang ada di depan matanya. Padahal ia pikir, yang ada di hadapannya kini hanya halusinasinya saja. Tiba-tiba, pijakan kakinya tidak seimbang dan ia terjatuh, "Aaaaa," teriak Reswara sambil memejamkan matanya. Ia pikir, tubuhnya akan mendarat di keras dan dinginnya lantai hotel. "Kok, aku nggak jatoh-jatoh, sih?" batin Reswara bertanya-tanya. Pasalnya ia sudah menghitung dan lebih dari li

