Telah ketahuan menyamar menjadi supir taksi membuat Mintaka tidak bisa mengelak lagi. "Hehehe, iya." Mintaka tersenyum canggung menunjukkan deretan gigi putihnya sambil menatap ke arah sepion di mana pantulan wajah Reswara berada. "Berhenti, Pak Min!" seru Reswara. Wanita cantik itu menyentuh gagang pembuka pintu mobil hendak membukanya, tetapi ternyata dikunci. Bagaimana bisa Mintaka tahu di mana rumahnya? Bisa-bisanya pria itu menyamar sebagai seorang supir taksi. "Tidak bisa. Bukankah kamu mau pergi ke toko kaset? Ayo, biar aku anter!" tolak Mintaka. "Iya, tapi saya mau ke sana sendiri saja. Saya mau pesan taksi lain saja," ketus Reswara menolak. Berdekatan dengan Mintaka sebentar saja membuat Reswara merasa sesak nafas. Apalagi jika harus berlama-lama di mobil dalam waktu yang c

