"Jangan bercanda, Pak Min, ini tidak lucu," kritik Reswara. Bagaimana bisa Mintaka membuat candaan seperti itu? Memangnya tidak ada candaan lain yang jauh lebih meyakinkan? "Saya serius, Res. Sekitar empat tahun yang lalu, beberapa bulan setelah kamu pergi, ibu saya pergi untuk selamanya," kata Mintaka terdengar sangat serius. Reswara menoleh menatap manik mata pria itu. Ia ingin mencari kejujuran di manik matanya. "M-maaf. Saya tidak bermaksud untuk--" Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Mintaka sudah langsung memotongnya. Reswara tahu betul bagaimana perasaan Mintaka saat itu karena ia juga pernah merasakan hal yang sama. Mungkin rasanya akan lebih terluka bagi Mintaka mengingat ibunya yang pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. "Tidak perlu. Ibu saya memang sudah meninggal

