Di Atas Langit Ada Langit

1897 Kata

Di Atas Langit Ada Langit “KAMU hanya main-main dengan ucapanmu kan?” Dirga menatap Ray sungguh-sungguh. Ia nyaris tak percaya apa yang telah dikatakan Ray jika dirinya telah menantang laki-laki sakti seperti Wak Dulah. Kepala Ray menggeleng. “Nggak. Aku nggak main-main. Aku serius.” Dirga mendesah. “Begitu kuat nyalimu, Ray!” “Apa kamu meragukanku?” Ray meliriknya. “Apa karena aku nggak punya ilmu sakti seperti Abah, lalu aku harus menyerah padanya… dan nggak boleh menantangnya?” “Gimana, ya… aku bingung mengatakannya.” “Aku paham kalau kau meragukanku. Ya, mungkin secara ilmu kebatinan… dia sakti bahkan bukan hanya mengandalkan otaknya yang sudah terasah puluhan tahun, pengalamannya pun nggak bisa diremehkan. Abah punya banyak strategi melumpuhkan lawan bicara atau pun orang yang i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN