Kent mulai melakukan pekerjaannya seperti biasa. Menempelkan kedua telapak tangan di tengkorak dan memejam mata. Mary berdiri di sebelahnya, bersiap dengan alat tulis juga perekam. Dia selalu merekam suara Kent saat membaca tengkorak, dan dibantu dengan mencatat beberapa hal penting di buku catatannya. Meski kemarin, Kent belum bisa menghasilkan hasil maksimal dengan membaca tengkorak Mike O’Hara. Stella mulai mengamati perilaku suaminya. Selama ini, dia mengira pekerjaan Kent adalah peneliti atau semacamnya. Mengamati tulang belulang dengan kaca pembesar, melakukan serangkaian test dan hal-hal berbau kimia lainnya. Nyatanya, yang dilihatnya di laboratorium ini hanya ada meja untuk meletakkan tulang belulang, sama sekali tidak ada perangkat penelitian yang bisa membuat ruangan ini disebut

