Kent menemui Mary di Bone Agency. Wanita itu sedang berada di Lab seorang diri ketika Kent membuka pintunya perlahan. Dia tidak bekerja, tapi duduk melamun di depan susunan kerangka yang masih belepotan tanah. “Kau bisa kesurupan bila melamun seperti itu, Miss Hope.” Mary menoleh dan mendapati Kent menongolkan wajah di balik pintu yang separuh terbuka. “Masuklah Kent, kau masih diterima di tempat ini.” Kent menarik sudut bibir, lalu melangkah mendekati Mary. Mengambil sebuah kursi dan duduk berseberangan dengan mantan partner terbaiknya itu. Raut wajah Mary tampak gundah, pasti masalah Winn benar-benar mempengaruhinya. “Kau sudah melihat istri Boss?” Kent mengangguk. “Operasinya sudah selesai, dia belum sadar. Sepertinya dia akan koma.” Mary menghela napas panjang, lalu meraih kuas

