Pagi yang lembab di Negeri Tropis terasa begitu berbeda bagi Jackson Kallen. Semalaman hujan turun begitu deras, membuatnya tak bisa berkutik selain berada di dalam kamar. Saka mengajaknya minum kopi sebentar, setelah itu Jackson kembali ke kamar. Hari ini dia begitu menikmati hari dimulainya kebebasan dalam hidupnya. Tidak ada dering telepon, tidak ada omelan Molly dan tidak ada kemacetan jalan raya. Benar-benar hidup yang sempurna. Kadang hari-hari di Bali didapatnya setiap tahun, namun pikirannya masih tertuju ke BnY. Dan juga Molly yang tak akan pernah lepas menandainya berada di mana. Molly begitu posesif, memilikinya seperti barang paling berharga bagi hidupnya. Tak jarang, bila mereka bertengkar hebat, selalu Molly mengancam dengan kesehatan fisik yang tiba-tiba menurun dan dia me

