Sepanjang jalan, Kent mengutuk perbuatan dukun Namima pada istrinya. Donita mengabari bahwa Stella semakin histeris dan menjerit-jerit, sehingga terpaksa dibawa ke Rumah Sakit. Meski wanita itu tidak terindikasi sakit secara medis, tapi Donita tidak ingin hal buruk menimpa dia dan keluarganya. Kamar anaknya sudah hancur gara-gara Stella mengamuk. Molly rupanya sudah mendahului sampai di rumah sakit. Dia sedang berada di ruang tunggu ketika Kent datang. Wanita itu langsung memeluk Kent dengan wajah sedih. “Kasihan istrimu. Dia benar-benar depresi dengan mimpi buruknya.” “Bagaimana kondisinya sekarang?” "Dokter terpaksa memberinya obat penenang. Supaya pikiran dan tubuhnya bisa istirahat." Molly menarik tangan Kent dan mengajaknya duduk di bangku panjang. "Apa yang terjadi pada kalian?"

