“Apa kau akan kembali ke Bone Agency?” Stella bertanya tanpa menatap suaminya. Dia sungguh tidak ingin mendapatkan jawaban iya. Di Laboratorium agency yang mirip dengan kamar mayat itu, dia melihat suaminya sangat menikmati pekerjaannya. Pekerjaan aneh yang bisa jadi seisi New York tidak menyukai sebagaimana dirinya. “Menurutmu bagaimana?” Kent bertanya balik. Mereka berdua sedang menuju ke BnY pagi itu. Kent meminta Stella mendampinginya sejak pagi karena dia ingin melakukan sesuatu dengan bantuan istrinya. “Aku tidak suka kau bermain dengan tulang belulang,” ungkap Stella pada akhirnya. Sejak awal dia memang tidak suka, tapi tak pernah menyampaikan dengan lugas. Hanya sikapnya yang menunjukkan demikian. Kent terkekeh. “Aku tidak bermain-main Stella. Aku serius. Membaca isi kepala me

