#27

1021 Kata

"Ahkk... apa yang kau lakukan?" pekik Rindu karena sekarang ia sudah berada di gendongan suaminya. "Aku sedang melakukan apa yang seharusnya aku lakukan terhadap istriku sejak dulu!" seringainya. Sepanjang keluar dari kamar Pelangi, Jian tak hentinya mengecup bibir seksi Rindu sampai wanita itu merasa dirinya kehabisan udara. Nafasnya memburu dengan tangannya berpegangan erat pada leher Jian. Sesaat tautan bibir mereka terlepas. Dengan cepat Rindu kembali meraih bibir suaminya itu. Rindu sangat menyukai kala lidah Jian menyapa rongga mulutnya. Rasanya ia tak ingin menghentikan kegiatan mengasikkan yang sudah lama ia tinggalkan. Mereka sudah sampai dikamar yang jauh lebih luas, Nafas Rindu masih tersengal saat Jian menurunkannya. Kakinya lemas, matanya menatap lekat Jian bagaikan anak ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN