#29 Last

1247 Kata

"Gak perlu Mbak mintapun saya dan anak saya akan pergi secepatnya!" sahut Rindu seraya menghapus airmatanya kasar. "Bagus, setidaknya ada yang bisa lo banggain dari hidup lo. Yaitu lo tau diri!" sarkas Selly langsung mengebrak pintunya. Pelangi hanya mampu memeluk kaki Rindu takut, gadis kecil itu tahu, wanita yang tadi datang telah menyakiti hati ibunya begitu dalam. "Bu...!" panggilnya saat mendongak menatap wajah Rindu yang memerah. "Nak, sekarang kita pergi dari sini, yah" ajak Rindu membungkuk membelai pipi Pelangi. "Kita gak jadi masak sama Ayah, Bu?" Rindu hanya menggeleng. Air matanya jatuh lagi saat kelopak matanya tertutup. --- "Kenapa sih Papa selalu ajah nyakitin aku. Apa Papa belum puas membuang Mama dari hidupku, dan kini Papa minta aku membuang wanita yang aku cintai

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN