Semua Butuh Waktu

1074 Kata

Molly bangun lebih cepat dari beberapa hari sebelumnya bahkan matahari belum terbit sepenuhnya. Kamarnya cukup berantakan, bukan karena sibuk atau tidak sempat membereskan, tetapi malas. Ia merasa begitu tak berkeinginan melakukannya, seolah kamar berantakan sejalan dengan pikirannya yang sedang kacau. Seminggu lalu Alvin menyatakan perasaannya, bukan itu yang ia harapkan. Kalau boleh jujur Molly hanya ingin Alvin menjadi sahabat yang baik, adik kelas yang manis dan tetangga yang periang. Ia memang egois dengan permintaannya itu, sehingga mungkin inilah penyebab uring-uringannya. Molly menuju dapur untuk mendapatkan segelas air untuk minum, matanya masih menyipit karena sebenarnya ia masih mengantuk, namun rasa haus mengalahkan itu semua. ''Ambilkan koran di depan,'' ucap Azka telah du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN