Knowing His Past Scene Aku menyusul langkah kaki wanita itu yang sudah lebih dulu menaiki tangga menuju lantai 2 kantor ini. Benar saja dia tanpa perlu bertanya karena memang sudah sangat tahu, langsung melangkah mengarah ruangan Ken. Begitu santainya juga dia langsung memasuki ruangan itu dan menutupnya dari dalam. Jelas siapapun yang ada di lantai 2 ini bisa melihat bagaimana aku menatap tidak habis pikir pada wanita bernama Friska itu. Termasuk Bang Aga yang kini sudah muncul disisiku tanpa aku sempat menyadari. “Gue barusan nggak salah lihat ‘kan? Tadi itu si lampir cilik Friska ‘kan?” ucapnya bertanya padaku namun sesaat kemudian menutup mulutnya dengan satu tangan. Raut wajahnya yang terlihat terkejut karena mengucapkan hal yang seharusnya tidak diucapkan, membuatku makin penasar

