Bab 23 - Tes Pertama

2368 Kata

Aku tidak tahu sampai jam berapa Ayah dan Ken bertanding catur. Saat pagi hari aku keluar kamar, yang aku temukan di ruang tamu adalah tubuh Ayah dan Ken yang tertidur pulas dengan raut wajah kelelahan. “Kayaknya mereka baru tidur pas matahari udah terbit deh,” ucapan Bunda menjelaskan kondisi yang ada dihadapan kami ini. “Ken kecapekan deh pasti,” ucapku penuh kekhawatiran karena tahu sejak kemarin pagi Ken belum beristirahat sama sekali. Bahkan sampai di Bali pun masih harus menghadapi sisi kompetitif Ayah. Malangnya nasibmu Ken. “Khawatirnya cuma sama Ken aja? Ayah nggak kamu khawatirin?” tanya Bunda meledekku dengan senyuman menggoda. “Ayah ‘kan emang lebih sering di rumah sekarang. Pasti kemarin seharian juga di rumah aja ‘kan Bun? Sedangkan Ken dari kemarin pagi udah kerja, meeti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN