Mood Rachel marah sudah hilang saat Benua menggoda dirinya. Kenapa susah sekali buat marah dengan lelaki satu ini. Rachel mendengus sebal. Ia memukul d**a bidang Benua cukup keras membuat lelaki itu mengaduh kesakitan. "Aku kesal ya! Aku marah kamu sama kuntilanak itu! Mau aja ditempelin sama boneka santet!" Benua menggendong Rachel ala bridal style membuat Rachel mengalungkan tangannya dileher Benua. Benua meletakkan Rachel diranjang. Ia pun ikut berbaring disamping Rachel dan membawa gadis itu kedalam pelukannya. "Tidur, bayi dan Mamanya butuh istirahat dulu. Jangan pikirkan hal tadi. Dia cuman karyawan aku aja. Aku nggak akan berpaling kelain hati." Rachel menatap Benua dengan intens. Kini lengan Benua jadi bantal untuk Rachel, benua hanya membalas tatapan Rachel dan mengecup

