Caca menuruni anak tangga dengan pandangan kosong kedepan. Langkah kakinya gontai. Diruang tamu ada Benua, Sarah, Lucas, Aurel. Caca duduk disalah satu sofa. Pandangan yang sulit diartikan. Mata gadis itu berkaca kaca. Caca memeluk lututnya. Aurel pun mendekat ke Caca. "Ada apa Ca?" tanya Aurel. Terdiam. "Ca, kamu kenapa?" tanya Benua lembut. Gadis itu menangis sesegukan. Ia menutup wajahnya dan menangis. Mereka yang berada diruang tamu tak mengerti dengan Caca. Caca memandangi satu persatu orang yang berada di ruang tamu. "Apa yang harus caca lakukan? Hiks." "Setiap kali penyakit itu menyerang tubuh Arion. Lelaki itu selalu berkata sama Caca. Sakit Ca hiks." "Kata kata penyemangat selalu Caca ucapkan hiks." "Tapi, tadi Caca lihat sendiri. Baru kali ini Iyon menangis, meri

