BAB 32. Rasa Sesal

2039 Kata

5 tahun yang lalu… Sandra memencet bel di depan sebuah rumah bercat putih berpagar besi tinggi dengan gusar sambil meneriakkan nama Erika berkali-kali. Benar-benar tidak seperti biasanya dia bertingkah bar-bar begitu. Tidak sampai lima menit, sang pemilik nama itu keluar dari rumah dengan tergopoh-gopoh. “Sandra?” Raut penuh tanya itu tercetak jelas di muka Erika yang dengan kalem memutar kunci yang sudah menyatu dengan gembok lalu menggeser pagar besi itu hingga timbul decitan yang agak menyakitkan di telinga. “Lo semalem ke mana?” “Gue udah gila, Er,” ungkap Sandra kalut. Raut frustrasi begitu kentara di wajahnya. “Gue udah gila!” erangnya. Sandra bahkan masih berdiri di luar batas pagar. Tidak terlalu mengindahkan ajakan Erika untuk masuk ke dalam. “Gue abis ngelakuin do

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN