Baru satu langkah kakinya yang memasuki ruang kerjanya, Sandra sudah diberondong pertanyaan oleh Mala dan Andini yang ternyata sudah mencegatnya di pintu. Berbeda dari hari-hari biasanya, kedua wanita yang setiap pagi memilih untuk nongkrong–sekaligus ngecengin barista–di kedai kopi di lantai satu untuk men-charge energi sebelum bekerja. "Sumpah, Sandra! Kok lo bisa-bisanya ngibulin kita semua! Diem-diem sok jomlo padahal udah ada backing-an!" Di setiap kalimat yang diucapkan Andini jelas tersirat rasa gemas dan kesal. "Heh, dijaga mulutnya, Andini Cantik!" Sandar memukul lengan Andini dengan keras hingga wanita beralis cetar itu mengaduh. "Kapan gue ngibul dan sok jomlo? Kalian aja yang nggak pernah nanya!" "Etikanya tuh lo cerita tanpa harus ditanya, Mbak San," kata Mala. "Gaya lo ng

